Minggu, 15 Juni 2025

Tentang Teman Lama Terbaik...

 

Hari ini aku dikagetkan dengan satu pernyataan dari teman lamaku.
Teman lama jaman kuliah yang benar-benar tau bagaimana aku, tapi kali ini aku sangat tak menyangka sebegitu dalam dia mengenal aku.
Aku tak bercerita apapun.
Aku hanya mengirim satu foto bersama keponakanku dan bilang kalo aku merasa ada miripnya dengan keponakanku. Dia berkomentar bahwa keponakanku adalah fotocopy-ku.
Kemudian dia bertanya bagaimana kabarku. Aku bilang "Not much, just having ordinary nice days."
Tak lama dia berkata, "Apapun yang terjadi banyak orang yang melihat betapa beruntungnya hidup yang kita jalani, hanya tinggal bagaimana cara kita bersyukur. Aku hanya ingin kamu bahagia selalu dengan apapun yang kamu miliki sekarang."
Allahuakbar, dengan kalimatnya itu aku sadar dia tau ada sesuatu yang terjadi dan bergejolak dalam pikiranku belakangan ini, entah itu hal baik ataupun kebalikannya, dia hanya tau sesuatu sedang terjadi.
Sekali lagi aku garisbawahi, aku tidak bercerita, tapi dia bisa merasakannya.
Seketika aku menjadi takut, sangat takut.
Aku takut aku akan memerlukan seseorang untuk diandalkan, aku takut aku akan memerlukan seseorang untuk mendengar ceritaku, aku takut aku tak bisa lagi melakukan semuanya sendiri, menyimpan semua hanya dalam pikiranku. Aku tak ingin berbagi, aku tak ingin kesulitanku diketahui orang lain. Aku ingin menyelesaikan dan menjalani semuanya sendiri. Aku tak ingin menjadi beban untuk orang lain. Tapi, bahkan ketika aku tak berbicara apapun, dia bisa mengerti aku tidak baik-baik saja. Bagaimana mungkin aku tak sadar memiliki teman sebaik itu?
Aku sangat ingin bertemu dengannya setelah beberapa tahun tak bertemu, tapi aku takut akan membutuhkannya lebih lagi nanti setelah bertemu. Aku sungguh tak ingin tergantung secara emosional kepada orang lain, meski dia teman baikku.
Aku tak ingin lagi percaya pada orang lain, aku benar-benar ingin mengandalkan diriku sendiri, meskipun akhirnya aku harus sakit atau gila sekalipun, sungguh aku ingin menyimpan semua ini hanya untukku dan pemilik hidupku, satu-satunya, Allah SWT.
Teman baikku, aku tau kamu hanya ingin yang terbaik untukku, aku tau kamu akan ada untukku seperti dulu, sekarang dan selalu, tak pernah bertanya kenapa atau ada apa, tapi tetap yang pertama mengulurkan tangan.
Teman baikku, terimakasih, 21 tahun kamu mengenalku, aku senang memiliki teman sepertimu. Aku tau aku tak perlu bercerita, aku tau kamu akan selalu tersenyum untukku, apapun keadaanku.
Aku akan berusaha sekuatku, aku tak ingin mengganggumu lebih banyak lagi.
Satu saat jika kita bertemu mungkin aku akan menangis, mungkin aku akan tertawa lepas, apapun itu, aku tau kamu akan mengulurkan tanganmu, menggenggamku, dan aku tau pada akhirnya semua akan baik-baik saja.